ALEXIS NEWS

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Senin, 02 Februari 2026

Ops Keselamatan Singgalang 2026 Dimulai, Dirlantas Polda Sumbar Gerakkan Jajaran hingga Polres

   

SUMBAR | Operasi Keselamatan Singgalang 2026 resmi digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Sumatera Barat. Operasi yang berlangsung selama dua pekan, mulai 2 hingga 15 Februari 2026 ini, berada di bawah kendali langsung Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar dengan fokus utama menciptakan kondisi kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Ops Keselamatan Singgalang bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan langkah strategis untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang masih menjadi persoalan serius di Sumatera Barat.

Menurut Dirlantas, operasi ini menitikberatkan pada upaya preemtif dan preventif yang humanis, disertai penegakan hukum secara selektif terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran masyarakat agar patuh terhadap aturan berlalu lintas.

Kombes Pol Reza menjelaskan, selama operasi berlangsung, personel Ditlantas bersama jajaran Satlantas Polres akan aktif melakukan edukasi langsung kepada pengguna jalan, mulai dari pengendara roda dua, roda empat, hingga angkutan umum dan kendaraan barang. Sosialisasi dilakukan di titik-titik rawan kecelakaan, kawasan padat lalu lintas, serta pusat aktivitas masyarakat.

“Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Kami ingin masyarakat memahami bahwa tertib berlalu lintas bukan karena takut ditilang, tetapi karena sadar bahwa satu pelanggaran kecil bisa berujung pada hilangnya nyawa,” tegas Dirlantas Polda Sumbar.

Selain edukasi, Dirlantas juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan lalu lintas. Selama Ops Keselamatan Singgalang 2026, jajarannya diminta untuk melakukan pemetaan lokasi rawan kecelakaan dan rawan kemacetan, termasuk mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Operasi ini juga menyasar pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, serta kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan. Kombes Pol Reza menegaskan bahwa penindakan dilakukan secara profesional dan proporsional, tanpa mengabaikan sisi edukatif.

Di bawah arahan Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, Ops Keselamatan Singgalang 2026 menjadi bagian dari upaya besar Polda Sumbar dalam membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan. Kapolda menaruh perhatian khusus pada peran Ditlantas sebagai garda terdepan keselamatan jalan raya.

Dirlantas Polda Sumbar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mendukung keberhasilan operasi ini, termasuk komunitas otomotif, pelajar, mahasiswa, serta pengelola transportasi umum. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama terciptanya lalu lintas yang aman dan beradab.

Kombes Pol Reza menambahkan, hasil dari Ops Keselamatan Singgalang 2026 akan menjadi indikator awal kesiapan lalu lintas Sumatera Barat menghadapi Ops Ketupat 2026. Oleh karena itu, setiap personel diminta bekerja maksimal, disiplin, dan mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Target kami jelas, menurunnya angka kecelakaan dan meningkatnya kesadaran masyarakat. Jika ini tercapai, maka Sumatera Barat akan lebih siap menyambut arus mudik dan balik dengan kondisi lalu lintas yang aman dan terkendali,” pungkas Dirlantas Polda Sumbar.

Ops Keselamatan Singgalang 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas sejak dini, sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di jalan raya.

TIM RMO

Rabu, 28 Januari 2026

Peresmian Gedung Pelayanan BPKB Polda Sumbar Jadi Tonggak Baru di Era Kepemimpinan Kombes Pol Muhammad Reza Chairul Akbar

  

SUMBAR | Gedung megah berwarna biru itu kini berdiri sebagai simbol perubahan. Di jantung pelayanan lalu lintas Polda Sumatera Barat, sebuah harapan baru resmi dihadirkan untuk masyarakat melalui Peresmian Gedung Pelayanan BPKB Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar. Peresmian ini bukan sekadar seremoni bangunan, tetapi menjadi penanda komitmen kuat Polri dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat.

Momentum penting tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna. Karangan bunga ucapan selamat dan sukses berjajar rapi di halaman gedung, menjadi saksi dukungan berbagai pihak atas hadirnya fasilitas pelayanan baru yang modern dan representatif. Gedung ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan administrasi kendaraan bermotor yang cepat, tertib, dan manusiawi.

Di balik terwujudnya gedung pelayanan ini, sosok Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol H. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. tampil sebagai figur sentral. Di bawah kepemimpinannya, Ditlantas Polda Sumbar terus mendorong transformasi pelayanan berbasis kualitas, integritas, dan kepercayaan publik.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Reza menegaskan bahwa pembangunan gedung pelayanan BPKB ini merupakan bagian dari langkah strategis Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan publik tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga soal kenyamanan, kepastian hukum, dan rasa dihargai bagi setiap warga yang datang mengurus administrasi.

“Gedung ini kami hadirkan sebagai wujud komitmen Ditlantas Polda Sumbar untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, lebih tertib, dan lebih transparan. Harapannya, masyarakat benar-benar merasakan perubahan yang positif,” ujar Kombes Pol Reza dengan nada tegas namun penuh kehangatan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa desain dan tata kelola gedung pelayanan BPKB ini telah disesuaikan dengan standar pelayanan modern. Ruang tunggu yang nyaman, alur pelayanan yang jelas, serta dukungan sarana dan prasarana berbasis teknologi menjadi bagian penting dalam mendukung kinerja personel dan kepuasan masyarakat.

Peresmian gedung ini juga mencerminkan semangat Polri Presisi yang terus digaungkan. Bagi Ditlantas Polda Sumbar, Presisi bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui langkah nyata yang bisa langsung dirasakan masyarakat. Pelayanan BPKB yang selama ini identik dengan proses panjang dan melelahkan, kini diarahkan menjadi lebih singkat, pasti, dan akuntabel.

Suasana peresmian semakin bermakna dengan hadirnya berbagai elemen, baik dari internal kepolisian maupun mitra kerja. Kebersamaan tersebut menjadi simbol sinergi dalam membangun pelayanan publik yang berintegritas. Gedung ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelayanan administrasi, tetapi juga ruang interaksi yang sehat antara Polri dan masyarakat.

Masyarakat pun menyambut baik kehadiran gedung pelayanan baru ini. Harapan besar disematkan agar pelayanan BPKB di Polda Sumbar semakin mudah diakses, ramah, dan bebas dari praktik yang merugikan. Keberadaan gedung yang representatif diyakini mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Bagi Kombes Pol Reza, peresmian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus terus dijaga dan dievaluasi secara berkelanjutan, seiring dengan tuntutan masyarakat yang semakin kritis dan dinamis.

Gedung Pelayanan BPKB Ditlantas Polda Sumbar kini berdiri sebagai simbol perubahan wajah pelayanan lalu lintas di Ranah Minang. Di bawah kepemimpinan Kombes Pol H. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, harapan akan pelayanan yang profesional, modern, dan berkeadilan bukan lagi sekadar janji, tetapi perlahan menjadi kenyataan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

TIM RMO

Selasa, 27 Januari 2026

Di Tangan Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, Layanan Lantas Sumbar Makin Humanis

  

SUMBAR | Kejujuran kini menjadi mata uang utama dalam berlalu lintas. Di Sumatera Barat, pesan itu digaungkan secara konsisten oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar di bawah kepemimpinan Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K. Sebuah kampanye sederhana namun mengena: pengendara boleh saja mengelabui petugas, tetapi tak akan pernah bisa mengelabui sistem.

Di era digital, lalu lintas tidak lagi hanya soal peluit dan isyarat tangan. Kamera pengawas, sistem elektronik, serta basis data kendaraan menjadi “mata” yang bekerja tanpa lelah. Melalui pendekatan ini, Ditlantas Polda Sumbar mengajak masyarakat memahami bahwa kepatuhan bukan karena takut ditilang, melainkan karena kesadaran akan keselamatan dan tanggung jawab bersama.

Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa transformasi layanan lalu lintas bukan bertujuan mempersulit masyarakat. Justru sebaliknya, sistem elektronik dihadirkan untuk memotong rantai birokrasi yang panjang, menutup celah penyimpangan, serta memastikan semua proses berjalan transparan dan adil.

“Ketertiban lalu lintas dimulai dari kejujuran administrasi,” menjadi pesan yang terus diulang. Kelengkapan surat kendaraan bukan sekadar formalitas, tetapi bukti kepatuhan hukum yang berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan. Ketika data kendaraan tertib, maka pengawasan dan pelayanan pun menjadi lebih cepat dan akurat.

Pendekatan humanis tetap menjadi ruh utama. Ditlantas Polda Sumbar tidak menempatkan masyarakat sebagai objek penindakan semata, melainkan sebagai mitra. Sosialisasi masif, edukasi langsung di lapangan, hingga kampanye kreatif di media sosial dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif, terutama di kalangan generasi muda.

Di berbagai kesempatan, Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir. Lalu lintas bukan arena adu cepat atau uji nyali, melainkan ruang bersama yang menuntut empati. Setiap pelanggaran kecil berpotensi menimbulkan dampak besar bagi orang lain.

Kemudahan layanan menjadi prioritas berikutnya. Pengurusan surat kendaraan, baik SIM maupun STNK, terus disederhanakan. Prinsipnya jelas: no ribet, no drama. Dengan prosedur yang jelas dan terukur, masyarakat tidak lagi merasa takut atau enggan mengurus kewajiban administrasi.

Hasilnya mulai terasa. Tingkat kepatuhan masyarakat perlahan meningkat, kesadaran untuk melengkapi surat kendaraan tumbuh, dan kepercayaan publik terhadap institusi lalu lintas semakin menguat. Ini menjadi bukti bahwa pendekatan persuasif yang dibarengi sistem kuat mampu menciptakan perubahan nyata.

Bagi Ditlantas Polda Sumbar, teknologi hanyalah alat. Kunci utamanya tetap pada integritas, konsistensi, dan keteladanan. Nilai-nilai inilah yang terus ditanamkan Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq kepada seluruh jajaran, agar pelayanan lalu lintas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pada akhirnya, tertib berlalu lintas bukan semata soal aturan, tetapi tentang menghargai nyawa. Jalan raya adalah ruang publik yang harus dijaga bersama. Dengan kejujuran, kepatuhan, dan kesadaran, lalu lintas Sumatera Barat diarahkan menuju wajah yang lebih aman, tertib, dan berkeadaban.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Jumat, 23 Januari 2026

Jalan Raya Sumbar dalam Pengawasan: Dirlantas Tetapkan Arah, Kasat PJR Pastikan Kepatuhan

   


SUMBAR | Keselamatan berlalu lintas kini ditempatkan sebagai agenda prioritas Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat. Di bawah kepemimpinan Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., kebijakan lalu lintas diarahkan secara tegas untuk menekan angka kecelakaan yang masih menjadi ancaman nyata di jalan raya Sumbar.

Dirlantas Polda Sumbar memandang kecelakaan lalu lintas bukan sekadar peristiwa insidental, melainkan persoalan sistemik yang kerap berawal dari pelanggaran. Kecepatan berlebih, tidak menggunakan helm atau sabuk pengaman, melanggar marka, hingga mengemudi dalam kondisi lelah menjadi faktor dominan yang berulang setiap tahun.

Sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut, Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Andis Anshori, S.Si., S.I.K., memainkan peran strategis di lapangan. Satuan PJR ditempatkan sebagai garda terdepan pengawasan jalur nasional dan provinsi, khususnya pada titik-titik rawan kecelakaan yang selama ini menyumbang angka fatalitas tinggi.

Pendekatan yang dilakukan bukan semata penindakan, tetapi juga pencegahan. Namun Dirlantas menegaskan, penegakan hukum tetap menjadi instrumen penting ketika pelanggaran berpotensi mengancam keselamatan orang lain. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang menempatkan keselamatan sebagai prinsip utama penyelenggaraan lalu lintas.

Dalam Pasal 106 UU tersebut, setiap pengemudi diwajibkan mengemudikan kendaraan dengan wajar dan penuh konsentrasi serta mematuhi rambu dan marka jalan. Pelanggaran terhadap ketentuan ini tidak hanya berkonsekuensi administratif, tetapi juga pidana, terutama jika mengakibatkan kecelakaan dengan korban luka atau meninggal dunia sebagaimana diatur dalam Pasal 310.

AKBP Andis Anshori menegaskan bahwa sebagian besar kecelakaan fatal yang ditangani PJR berawal dari pelanggaran yang dianggap sepele. Dari sudut pandang lapangan, satu pelanggaran kecil sering menjadi pemicu rangkaian kejadian yang berujung pada hilangnya nyawa.

Karena itu, Dirlantas Polda Sumbar mendorong penguatan patroli preventif, razia terukur, serta edukasi langsung kepada pengguna jalan. Kebijakan ini dirancang untuk membangun kesadaran kolektif bahwa jalan raya adalah ruang publik yang menuntut disiplin bersama.

Kombes Pol Reza Chairul Akbar juga menekankan bahwa negara hadir melalui aparat lalu lintas untuk melindungi hak dasar warga, yakni hak atas keselamatan. Penegakan hukum bukan bertujuan menghukum semata, tetapi mencegah dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

Sinergi antara perumus kebijakan dan pelaksana di lapangan menjadi kunci. Ketika Dirlantas menetapkan arah strategis berbasis regulasi dan data kecelakaan, Kasat PJR memastikan kebijakan tersebut berjalan nyata di jalan raya, dari patroli rutin hingga respons cepat terhadap gangguan lalu lintas.

Pesan “Utamakan Keselamatan, Karena Keluarga Menanti di Rumah” kemudian menjadi simbol pendekatan humanis di balik kebijakan tegas. Di balik setiap penindakan, terdapat tujuan yang lebih besar: memastikan setiap pengendara kembali dengan selamat.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat Sumatera Barat, Ditlantas Polda Sumbar menegaskan bahwa keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Disiplin di jalan bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga komitmen moral kepada keluarga dan sesama pengguna jalan.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Rabu, 21 Januari 2026

Dirlantas Polda Sumbar Ajak Masyarakat Bijak Berkendara Lewat Pesan Humanis

  

SUMBAR | Keselamatan berlalu lintas kembali menjadi perhatian serius Dirlantas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. Melalui kampanye visual dan pesan edukatif yang menyentuh, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama saat berada di jalan raya.

Dalam pesan yang diangkat Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar menegaskan bahwa tidak semua lampu hijau harus dikejar. Menurutnya, kondisi jalan, situasi lalu lintas, serta keselamatan pengguna jalan lain jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar kecepatan.

Dirlantas Polda Sumbar menilai masih banyak pengendara yang salah kaprah memaknai lampu hijau sebagai alasan untuk memacu kendaraan tanpa memperhatikan kondisi sekitar. Kombes Pol. Reza Chairul Akbar mengingatkan bahwa satu keputusan tergesa di jalan raya bisa berujung pada penyesalan panjang.

Melalui pendekatan humanis, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar menyampaikan bahwa pelanggaran lalu lintas sering berawal dari sikap abai terhadap rambu. Padahal rambu diciptakan bukan untuk membatasi, melainkan melindungi keselamatan semua pihak.

Dirlantas Polda Sumbar juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dasar berlalu lintas, mulai dari mematuhi rambu, marka jalan, hingga memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan sebelum berkendara. Semua itu, kata Kombes Pol. Reza Chairul Akbar, adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.

Kombes Pol. Reza Chairul Akbar melihat kampanye keselamatan tidak cukup hanya dengan penindakan. Edukasi yang berkelanjutan, kreatif, dan mudah dipahami masyarakat menjadi kunci untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di Sumatera Barat.

Dirlantas Polda Sumbar juga mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Menurut Kombes Pol. Reza Chairul Akbar, perubahan perilaku di jalan raya harus dimulai dari kesadaran individu, bukan karena takut sanksi semata.

Dalam setiap kesempatan, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar selalu menegaskan bahwa tugas kepolisian lalu lintas bukan hanya mengatur kendaraan, tetapi menjaga nyawa. Jalan raya, katanya, adalah ruang bersama yang harus dihormati oleh semua penggunanya.

Pesan “ingat sanak” yang diangkat Dirlantas Polda Sumbar menjadi simbol pendekatan kultural yang kuat. Kombes Pol. Reza Chairul Akbar memanfaatkan nilai kekeluargaan khas Minangkabau untuk mengingatkan bahwa setiap pengendara memiliki keluarga yang menanti di rumah.

Melalui kampanye ini, Dirlantas Polda Sumbar berharap masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang bisa sampai dengan selamat.

Komitmen Kombes Pol. Reza Chairul Akbar dalam membangun budaya tertib lalu lintas terus digelorakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan lalu lintas Sumatera Barat yang aman, tertib, dan berkeselamatan.

CATATAN REDAKSI

Kampanye keselamatan lalu lintas membutuhkan dukungan semua pihak. Edukasi yang konsisten dan kesadaran kolektif menjadi kunci menekan angka kecelakaan di jalan raya.

TIM RMO

Sabtu, 17 Januari 2026

Di Bawah Penilaian Kombes Pol Reza Choirul Akbar, Satlantas Payakumbuh Raih Empat Prestasi

   PAYAKUMBUH | Evaluasi kinerja lalu lintas tahunan yang digelar Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat tidak sekadar menjadi forum rutinitas institusional. Di bawah pimpinan Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Siddiq, evaluasi tersebut menjadi ruang penilaian objektif terhadap konsistensi, ketepatan, dan dampak kerja satuan lalu lintas di lapangan.

Dalam Analis dan Evaluasi (Anev) tahunan jajaran Satlantas se-Polda Sumbar yang berlangsung Kamis (15/1), Kombes Pol Reza Chairul Akbar secara langsung memberikan apresiasi kepada Satlantas Polres Payakumbuh. Penilaian itu diwujudkan melalui penganugerahan empat penghargaan sekaligus atas kinerja yang dinilai stabil sepanjang 2025.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kombes Pol Reza Chairul Akbar Siddiq, didampingi Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro, kepada Kasat Lantas Polres Payakumbuh AKP Yuliarman di Aula Patria Tama Ditlantas Polda Sumbar, Padang. Momentum tersebut menjadi bagian penting dari proses evaluasi menyeluruh yang dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Sumbar.

Dalam kerangka penilaian Ditlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar menempatkan keseimbangan antara penegakan hukum, ketertiban administrasi, dan pelayanan publik sebagai indikator utama. Satlantas Polres Payakumbuh dinilai mampu menjaga tiga aspek tersebut secara konsisten di tengah dinamika lalu lintas perkotaan.

Dihubungi terpisah, AKP Yuliarman menyampaikan bahwa penghargaan dari Dirlantas Polda Sumbar menjadi refleksi kerja kolektif seluruh personel. Ia menegaskan bahwa arahan dan evaluasi dari Kombes Pol Reza Chairul Akbar menjadi rambu agar setiap tugas dijalankan sesuai SOP, profesional, dan tetap humanis.

Dalam penilaian bidang represif, Satlantas Polres Payakumbuh meraih peringkat pertama. Aspek ini mencakup penanganan perkara kecelakaan lalu lintas, penindakan balap liar, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi, serta berbagai pelanggaran lain yang berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat, sebagaimana indikator yang ditetapkan Ditlantas Polda Sumbar.

Selain itu, Kombes Pol Reza Chairul Akbar juga memberikan peringkat kedua kepada Satlantas Polres Payakumbuh sebagai satuan yang aktif dan tepat waktu dalam pengiriman laporan bulanan sepanjang 2025. Ketertiban pelaporan dinilai menjadi fondasi penting dalam pengambilan kebijakan lalu lintas di tingkat Polda.

Penghargaan lainnya diberikan atas keaktifan dalam pelaporan dan pelaksanaan kegiatan K3i, serta peringkat ketiga dalam keaktifan operator pelaporan program Polantas Menyapa. Seluruh indikator tersebut merupakan bagian dari sistem evaluasi Ditlantas Polda Sumbar yang dirancang untuk menjaga kesinambungan kerja lapangan dan administrasi.

AKP Yuliarman juga menyebut bahwa dukungan Kapolres Payakumbuh AKBP Ricky Ricardo menjadi faktor penguat dalam menjalankan kebijakan dan arahan Dirlantas Polda Sumbar, khususnya dalam mendorong inovasi yang tetap berpijak pada aturan dan kebutuhan masyarakat.

Melalui Anev tahunan ini, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Siddiq menegaskan bahwa penghargaan bukan tujuan akhir, melainkan instrumen pembinaan agar kinerja lalu lintas terus meningkat. Empat penghargaan yang diterima Satlantas Polres Payakumbuh menjadi penanda bahwa kerja yang konsisten, terukur, dan bertanggung jawab tetap mendapat tempat dalam penilaian institusi.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Senin, 01 Desember 2025

Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq Gerakkan Personel Ditlantas Bantu Korban Banjir Bandang

    

SUMBAR | Lubuk Minturun kembali menjadi saksi betapa kuatnya solidaritas dan empati aparat kepolisian terhadap warga yang terdampak bencana. Pada Minggu, 30 November 2025, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat turun langsung membantu warga membersihkan sisa-sisa banjir bandang yang melanda kawasan pemukiman tersebut.

Instruksi turun ke lapangan itu datang langsung dari Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. Sang perwira menekankan bahwa tugas polisi bukan hanya soal penegakan aturan, tetapi juga hadir untuk kemanusiaan.

Di bawah komandonya, puluhan personel Ditlantas bergerak cepat menuju lokasi terdampak. Mereka membawa peralatan seadanya—sekop, cangkul, dan karung—serta semangat yang lebih besar daripada perlengkapan yang dibawa.

Sesampainya di lokasi, genangan lumpur tebal masih menyelimuti pekarangan dan ruang-ruang rumah warga. Sisa banjir terlihat menempel di dinding, halaman, hingga jalan-jalan kecil yang sehari-hari menjadi jalur aktivitas warga. Tanpa menunggu aba-aba, personel langsung membaur dengan masyarakat, bekerja bahu-membahu membersihkan lumpur dan puing.

Beberapa personel terlihat mengeruk tanah yang mengeras di depan rumah warga, sementara lainnya membantu menyingkirkan material kayu dan sampah yang terseret arus. Raut wajah mereka tegas, namun gerak tubuhnya penuh empati—terlihat jelas bahwa mereka tidak sekadar hadir, tetapi benar-benar ingin meringankan beban warga.

Sejumlah warga yang melihat kedatangan polisi lalu lintas itu tak mampu menyembunyikan rasa haru. Ada yang hanya bisa terus menyapu sisa air sambil sesekali menarik napas panjang, ada pula yang menyampaikan ucapan terima kasih langsung kepada petugas.

“Bencana itu urusan kita bersama. Saat masyarakat butuh tangan tambahan, Polri wajib hadir,” tegas Kombes Pol Reza, saat memberikan arahan sebelum personel diterjunkan ke lokasi. Ia memastikan bahwa Ditlantas tidak hanya fokus pada lalu lintas, tetapi juga siap turun ketika kemanusiaan memanggil.

Di lapangan, beberapa perwira Ditlantas turut bekerja memegang cangkul dan sekop. Tidak ada jarak antara pimpinan dan anggota, tidak ada sekat antara petugas dan warga—yang ada hanyalah kerja sama untuk memulihkan kembali kehidupan yang sempat tersapu banjir.

Selain membantu pembersihan, personel juga melakukan pengecekan jalur-jalur lingkungan yang tertutup lumpur. Ini penting untuk memastikan akses warga tetap dapat digunakan, khususnya bagi kendaraan darurat atau distribusi bantuan.

Cuaca panas tidak mengurangi semangat para personel. Hingga siang hari, mereka terus membersihkan saluran air, menata kembali akses jalan kecil, dan membantu warga memindahkan barang-barang yang rusak ke tempat yang lebih aman. Aksi itu menjadi bukti bahwa tugas kemanusiaan sering kali lebih berat daripada patroli atau pelayanan sehari-hari.

Kegiatan kemanusiaan ini juga menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang kapan saja, dan saat itu terjadi, keberadaan aparat negara sangat berarti bagi masyarakat. Kerja cepat Ditlantas Polda Sumbar di Lubuk Minturun setidaknya memberi sedikit kelegaan bagi warga yang sedang bangkit dari musibah.

Di akhir kegiatan, para personel menyampaikan pesan keselamatan dan kewaspadaan kepada warga, terutama ketika musim hujan masih berlangsung. Bagi Ditlantas, keselamatan tidak hanya soal lalu lintas di jalan raya, tetapi juga keselamatan hidup masyarakat secara luas.

Catatan Redaksi:

Laporan ini disusun berdasarkan dokumentasi resmi dan kegiatan lapangan personel Ditlantas Polda Sumbar. Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam hadir membantu masyarakat pada masa-masa sulit.

TIM RMO

Ad Placement


Intermezzo

Travel

Teknologi